Doa Tolak Bala Warnai Pembangunan Jembatan Perintis Cibubukan–Serasah, TNI dan Warga Bersatu dalam Ikhtiar
Daftar Isi
Aceh Singkil — Personel TNI dari Kodim 0109/Aceh Singkil bersama personel Yon TP 957/LU dan masyarakat menggelar acara doa tolak bala sebagai bagian dari tradisi yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan. Selain menjadi bentuk ikhtiar serta ungkapan rasa syukur, doa tolak bala juga menjadi momentum untuk memohon keselamatan, kelancaran, dan perlindungan dalam setiap aktivitas yang dilaksanakan masyarakat.
Doa bersama itu sekaligus dikhususkan untuk memohon kelancaran pembangunan jembatan perintis yang akan menghubungkan Desa Cibubukan dengan Desa Serasah. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat kedua desa serta mendukung berbagai aktivitas sosial dan perekonomian warga.
Tradisi doa tolak bala menjadi salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Aceh Singkil yang sarat dengan nilai kebersamaan dan gotong royong. Kegiatan ini juga memperlihatkan eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah.
Dengan adanya pembangunan jembatan perintis tersebut, masyarakat berharap akses transportasi dan mobilitas warga antara Desa Cibubukan dan Desa Serasah semakin mudah. Jembatan itu nantinya diharapkan tidak hanya menjadi penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi sarana yang mempererat hubungan sosial serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kedua wilayah.
Keterlibatan personel Kodim 0109/Aceh Singkil dan Yon TP 957/LU bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi sekaligus mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat.

Posting Komentar